Suku Dayak semakin disegani karena terdapat eksistensi sosok “Panglima Burung” yang sangat penting bagi mereka. Dia adalah seorang pahlawan yang akan bersedia membantu rakyat Dayak yang mempunyai masalah yang sulit. Panglima Burung merupakan sosok yang begitu dihormati dan dipuja oleh orang Dayak. Konon katanya, masalah sebesar dan serumit apapun dapat segera diselesaikan saat Panglima Burung muncul. Berikut informasi selengkapnya tentang Kesaktian Panglima Burung.
Tari Mandau, Kesenian Traditional Suku Dayak Kalimantan
Ini adalah pertanyaan yang paling besar untuk orang luar Dayak. Seperti apakah wujud dari Panglima Burung yang sebenarnya? Orang tua atau leluhur dari Suku Dayak mengatakan bahwa sosok yang satu ini berwujud manusia namun dengan fisik yang sangat kuat dan beliau sudah berusia sangat tua. Namun ada juga yang mengatakan bahwa Panglima Burung adalah sosok gaib yang bisa dipanggil melalui suatu ritual khusus.
Foto Leluhur Suku Dayak Kuno
Panglima Burung adalah representasi orang Dayak
Jika Panglima Burung dipanggil oleh anak cucunya karena ada bahaya atau ada ancaman yang menyerang orang Dayak, maka dia akan berubah menjadi sangat kejam. Tanpa rasa tega ia akan menghabisi orang-orang yang menyakiti anak-anak keturunannya. Bahkan Panglima Burung dari Suku Dayak Kalimantan ini tidak akan mau kembali ke tempat tinggalnya jika belum memenggal kepala para musuhnya.
Memanggil Panglima Burung melalui Ritual Mangkok Merah
Saat semua benda terkumpul maka akan ditempatkan di sebuah wadah mangkok berwarna merah. Ritual ini adalah ritual sakral yang harus dibicarakan dengan para tetua-tetua suku dayak terlebih dahulu. Ritual Mangkok Merah tidak bisa dibatalkan dan akan membawa banyak jatuhnya korban setelah mengundang kehadiran Panglima Burung.
Peristiwa Sampit
Perang suku antara orang Dayak dan orang Madura pada tahun 2001 ini memakan banyak korban. Sebagian besar korban yang meninggal adalah dari pihak Madura. Konon katanya Panglima Burung turut hadir dalam Peristiwa berdarah Sampit. Jadi ada dugaan bahwa orang Madura yang meninggal tersebut adalah hasil perbuatan beliau atau kemungkinan lain, kesaktian beliau diturunkan pada orang-orang dayak yang merupakan anak-anak keturunannya.
Aneh dan tak masuk akal bagi kita mendengarnya tapi faktanya ini memang benar-benar pernah terjadi. Menurut kesaksian banyak orang, pada peristiwa tragis tersebut, orang-orang pedalaman suku dayak dapat mengenali suku madura hanya dengan mencium baunya dari kejauhan saja. Hebatnya lagi mereka tidak mempan meski dibacok dengan senjata tajam ataupun ditembak dengan senjata api saat para petugas Kepolisian beserta TNI berusaha melerai pertikaian berdarah antar suku ini.
Fenomena Mistis Mandau Terbang











0 komentar:
Posting Komentar